Bagaimana Kalau Anak Balita Pilek? Jangan Panik Ya!


Saat musim pancaroba gini, banyak banget yang pada mudah kena penyakit. Tidak hanya orang dewasa, anak - anak pun juga. Cuaca yang sehari panas sehari hujan rasanya memang tidak enak di badan. 
Kadang badan rasanya meriang. Lalu sehari kemudian mampir dah tu, batuk pilek.

Kasian kalau yang terserang adalah si kecil. Tapi kalau sudah terlanjur ya mau bagaimana lagi.
Pilek terasa sangat sakit saat masa inkubasi virus ke dalam tubuh. Masa ini berlangsung antara 1 – 2 hari.
Rasanya di hidung terasa sakit, kadang sampai pusing. Selain itu, ingus berwarna bening, encer dan keluar terus.
Kalau ingus sudah berwarna hijau dan kental, itu berarti sudah mau sembuh.

Pilek pada bayi

Anak saya yang baru 3 bulan kena pilek sekitar 2 hari yang lalu.
Jelas, anak akan sangat rewel karena rasanya pasti sakit. Lha kita aja merasanya sakit, apalagi anak – anak ya kan.
Apalagi anak kecil belum bisa buang ingusnya sendiri. Ya bisanya cuma nagis.
Kitanya jadi bingung nggak tahu mesti ngapain.
Lalu, kita harus apa?
Kalau si anak kesayangan kita terkena pilek, sebaiknya kita seperti ini saja.

Tenang

Tidak perlu panik kalau anak rewel dan nangis. Mereka nangis karena ada sesuatu yang dirasa. Entah itu hidungnya sakit atau susah nafas.
Gendong bayi supaya mendapatkan pelukan yang nyaman. Kalau kitanya panik, nanti jadi tegang. Kalau tegang, gendongan kita tidak nyaman.

Mengobat flu pada bayi

Bayi tidak perlu obat macem – macem saat terserang flu. Mereka berbeda dengan kita yang sudah dewasa.
Obat yang paling baik adalah ASI. Makanya, saat anak kita flu makanan ibu harus yang bergizi ya.
Ini supaya ASI nya juga berkualitas. Asi yang berkualitas akan membantu sistem imun bayi, untuk melawan flunya.
Kalau ada, kitanya minum madu juga. Kalau tidak ada bisa minum susu murni.
Susu yang gambarnya naga itu lho, menurut saya cukup bagus.

Meringankan gejala flu pada bayi

Setelah kitanya tenang, kita bisa membantu meringankan gejala flu yang dialami oleh bayi.
Caranya bagaimana?
Telungkupkan bayi di pangkuan. Cara ini sangat membantu sekali saat flu dalam masa inkubasi.
Karena ingus masih sangat cair, posisi telungkup bisa membantu mengeluarkan ingus dengan sendirinya.
Tapi tidak semua ingus bisa keluar ya. Supaya benar – benar bisa membuat nafas lega untuk sementara, ingus bisa dibantu dengan disedot.
Kalau saya menyedotnya pakai mulut saja. Kalau pakai penyedot, hasilnya kurang sip, malah nozzle nya membuat si bayi tidak nyaman. Saya sudah mencobanya.
Kalau masa inkubasinya sudah selesai, telungkup bukan lagi cara yang efektif.
Hal ini karena ingus sudah agak kental. Tandanya nafas bayi terdengar sengrak senggruk.
Pada tahap ini saya pakai bantuan beberapa produk yang banyak dijual di apotik.

Apa saja itu?

Balsam bayi

Balsem ini bisa membantu melegakan nafas bayi yang sengrak senggruk. Balsem ini dioleskan pada dada dan punggung bayi.
Hasilnya memang cukup lumayan, saya pakaikan pada anak saya, dia terlihat cukup nyaman dan bisa tidur.
Tapi balsem ini tidak bisa dioleskan secara terus menerus karena anjurannya pemakaian hanya 2 – 4 kali sehari.
Padahal, hidung bampet kan munculnya sering. Lha terus.?

Inhalant bayi

Kasihan kalau bayi tidurnya tidak nyaman karena nafasnya tidak bisa lancar. Karena tidur juga membantu dalam penyembuhan flu bayi.
Alternatif lain yang bisa digunakan adalah inhalant. Bentuknya cair dan dalam kemasan botol.
Cara menggunakannya diteteskan pada sapu tangan lalu diletakkan di samping kepala bayi.
Teteskan beberapa tetes saja.
Dengan beberapa cara di atas, Alhamdulillah dalam 2 hari pilek anak saya sudah mulai sembuh.
Tinggal ada batuk – batuknya sedikit.
Semoga ini bisa membantu ya, terima kasih.

Comments